Dalam upaya memperkuat kapasitas infrastruktur pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Provinsi Aceh, PT Garda Lestari Ekologi Hutama (PT GLEH) menyiapkan langkah ekspansi jangka panjang dengan merencanakan pembangunan fasilitas pengolahan terpadu di kawasan Ladong, Aceh Besar.
Direktur Utama PT GLEH, T. Emi Syamsyumi (Abu Salam), mengungkapkan bahwa kapasitas awal insinerator yang saat ini beroperasi di Blang Bintang sebesar 6 ton per hari akan terus ditingkatkan. Mengingat total produksi limbah B3 dari sekitar 86 rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan se-Aceh diperkirakan mencapai 11 hingga 15 ton per hari, kapasitas tambahan menjadi sangat krusial.
Langkah pengembangan di kawasan Ladong ini dirancang untuk mewujudkan sistem pengolahan limbah industri dan medis yang holistik dan modern di Aceh, mendukung iklim investasi hijau, serta memberikan kepastian layanan jangka panjang bagi seluruh sektor pelayanan kesehatan dan industri daerah.




